Jakarta, 14 Agustus 2026 — Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama Program Studi PPG Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menyelenggarakan Webinar Nasional Seri 1 bertajuk “Teaching for Tomorrow: Transformasi Pembelajaran di Ruang Kelas Menuju Dampak Nyata”, Jumat (14/8/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 14.30 WIB tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube PPG FITK UIN Jakarta.

Webinar nasional ini merupakan salah satu bentuk implementasi kerja sama antara Program Studi PPG UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, PPG Universitas Negeri Yogyakarta, dan PPG Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara yang telah dituangkan dalam dokumen kerja sama dan ditandatangani oleh ketiga institusi.
Ketua Program Studi PPG UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Nur Luthfi Rizqa Herianingtyas, M.Pd., mengatakan bahwa kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antarlembaga penyelenggara Pendidikan Profesi Guru dalam mengembangkan wawasan, berbagi praktik baik, serta mendorong peningkatan kualitas pembelajaran yang relevan dengan tantangan pendidikan masa kini dan masa depan.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antarlembaga penyelenggara Pendidikan Profesi Guru dalam mengembangkan wawasan, berbagi praktik baik, serta mendorong peningkatan kualitas pembelajaran yang relevan dengan tantangan pendidikan masa kini dan masa depan,” ujarnya.
Kegiatan menghadirkan tiga narasumber dari masing-masing perguruan tinggi, yaitu Dr. Irfan Dahnil, M.Pd., Dosen PPG Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara; Dr. Susilowati, S.Pd.Si., M.Pd.Si., Dosen PPG Universitas Negeri Yogyakarta; dan Dr. Bobi Erno Rusadi, M.Pd.I., Dosen PPG UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Diskusi dipandu oleh M. Hafiz, M.Pd., Sekretaris Program Studi PPG UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Tema Teaching for Tomorrow menempatkan transformasi pembelajaran sebagai salah satu isu penting dalam pengembangan profesionalisme guru. Transformasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi di ruang kelas, tetapi juga menyangkut kemampuan guru dalam menciptakan pengalaman belajar yang bermakna, melibatkan murid secara aktif, mengembangkan kemampuan berpikir, serta menghadirkan pembelajaran yang memberikan dampak nyata dalam kehidupan.
Dalam pemaparannya, Dr. Bobi Erno Rusadi, M.Pd.I. menekankan bahwa pembelajaran, khususnya Pendidikan Agama Islam (PAI), tidak seharusnya berhenti pada kemampuan murid dalam memahami materi.
Menurutnya, pembelajaran PAI perlu diarahkan agar murid tidak hanya “memahami”, tetapi juga mampu “mengaplikasikan”, “merefleksikan”, dan memberikan “dampak” dalam kehidupan nyata. Dengan demikian, transformasi pembelajaran tidak hanya terlihat dari perubahan metode atau penggunaan teknologi, tetapi juga dari sejauh mana pengalaman belajar mampu membentuk pemahaman dan tindakan nyata dalam kehidupan murid.

Sementara itu, Dr. Susilowati, S.Pd.Si., M.Pd.Si. menegaskan bahwa guru profesional tidak hanya dituntut menguasai materi dan strategi mengajar, tetapi juga perlu memiliki kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, melakukan refleksi, serta mengembangkan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan murid dan perkembangan zaman.
Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan, khususnya dalam pembelajaran IPA, adalah pembelajaran inkuiri reflektif. Pendekatan ini memberikan kesempatan kepada murid untuk terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran atau hands-on learning, sekaligus menstimulasi kemampuan berpikir kritis dan berpikir kreatif. Melalui pengalaman belajar tersebut, murid tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga dilatih untuk mengamati, mempertanyakan, menemukan, dan merefleksikan pengalaman belajarnya.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Irfan Dahnil, M.Pd. menggarisbawahi pentingnya menghadirkan pembelajaran yang memanusiakan manusia. Menurutnya, murid perlu ditempatkan sebagai subjek utama pembelajaran yang memiliki potensi, perasaan, karakteristik, dan kebutuhan yang beragam.
Mengajar, menurutnya, bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi juga membutuhkan perhatian terhadap kondisi psikologis, kenyamanan, serta lingkungan belajar murid. Karena itu, kualitas pembelajaran juga perlu didukung oleh terciptanya ruang kelas yang nyaman dan aman serta lingkungan sekolah yang sehat dan layak. Perhatian terhadap lingkungan belajar bahkan mencakup berbagai fasilitas pendukung di sekolah, termasuk kebersihan dan kelayakan toilet sekolah.
Berbagai perspektif dan pengalaman yang disampaikan para narasumber menjadikan webinar ini sebagai ruang berbagi gagasan mengenai transformasi pembelajaran yang berpusat pada murid, reflektif, kontekstual, serta berorientasi pada dampak nyata. Transformasi tersebut sekaligus menegaskan pentingnya peran guru sebagai pembelajar sepanjang hayat yang terus beradaptasi dengan perubahan kebutuhan peserta didik dan perkembangan zaman.
Webinar Nasional Seri 1 ini diharapkan menjadi awal dari rangkaian kolaborasi akademik yang berkelanjutan antara PPG UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, PPG Universitas Negeri Yogyakarta, dan PPG Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Ke depan, kerja sama tersebut dapat dikembangkan melalui webinar lanjutan, pertukaran praktik baik, pengembangan perangkat dan model pembelajaran, penelitian kolaboratif, serta berbagai kegiatan akademik lainnya yang mendukung peningkatan mutu Pendidikan Profesi Guru.